Review Upin Ipin Musim 14 – Kain Merah Ipin Episode 1

Upin Ipin dan teman-teman sedang bermain petak umpet. Sepulang dari sana, baju mereka sangat kotor sehingga kak Ros memintanya untuk langsung mandi. Di malam hari, Upin dan Ipin yang tertidur pulas. Ipin tidak sadar kalau ia tidur di lantai. Kak Ros memindahkannya dan menyelimutinya. Di pagi hari, kak Ros membangunkan mereka Ipin mengatakan bahwa ini hari libur sehingga tidak perlu bangun pagi. Kemudian setelah mereka bangun, mereka hendak bermain, namun Ipin masih di kamar karena mencari kain merahnya. Upin ikut membantunya. Sang nenek bingung apa yang mereka cari. Mereka bilang ingin bertemu kak Ros. Setelah itu, mereka bertanya ke kak Ros apakah ia melihat kain merah.

Kain merah milik ipin ternyata dijemur kak Ros setelah dicuci karena bau. Tidak lama kemudian, hujan turun sehingga kak Ros, Ipin, dan Upin buru-buru memindahkan jemuran. Sayangnya, kain merah Ipin tertiup angin. Kak Ros bilang bahwa ia akan mengejar kain tersebut. Ipin juga berusaha mengejarnya. Sang nenek meminta Ros, Ipin dan Upin masuk. Ipun memberi tahu nenek bahwa kainnya tertiup. Sang nenek memintanya untuk masuk terlebih dahulu dan berjanji akan membantu mencarinya nanti. Mereka makan bersama, namun Ipin tidak terlihat nafsu makan karena masih memikirkan kainnya. Upin sampai memberi tahu Ipin bahwa ada ayam goreng enak yang dibuat kak Ros. Namun, Ipin masih sangat sedih dan menyalahkan kak Ros. Nenek memintanya untuk makan terlebih dahulu.

Setelah itu, nenek mencari Ipin yang ternyata masih di kamar. Ipin masih sedih karena kainnya hilang. Kak Ros bingung kenapa kain yang sudah jelek tersebut sangat disayang Ipin. Kata nenek, kain tersebut adalah buatan ibu mereka. Upin langsung bertanya mengapa ia tidak dibuatkan kain juga. Kata nenek, Upin dulu juga punya. Jadi, kain tersebut digunakan ketika Upin dan Ipin masih kecil. Ketika itu, makannya masih sering berantakan. Mendengar cerita nenek, Upin ternyata tidak suka pakai kain. Setiap kali dipakaikan, selalu ditarik sehingga lama-lama hilang. Berbeda dengan Ipin yang selalu senang menggunakan kain tersebut hingga sekarang.

Tak lama kemudian, muncul Ipin yang sedang ingin mencari kainnya yang hilang. Sang nenek mengatakan untuk mencarinya esok hari. Ipin tetap memaksakan diri mencari dan ke luar untuk menemukan kain tersebut. Ia bahkan sempat mengira plastik merah di depan rumah ialah kainnya. Upin kemudian berusaha membantu Ipin. Upin juga memberitahu teman-temannya bahwa Ipin sedang sedih kehilangan kainnya. Temannya bertanya mengapa tidak menggunakan kain baru saja. Ipin pun bilang bahwa kain tersebut adalah pemberian ibunya. Akhirnya Ipin, Upin, dan teman-teman berusaha mencarinya. Mereka bahkan saling membantu untuk mengambil kain merah yang ada di atas. Ternyata, kain tersebut bukanlah kain Ipin. Kak Ros yang merasa tidak enak juga ikut pergi untuk mencari ganti kain merah milik Ipin.

Di jalan, kak Ros bertemu temannya untuk meminta bantuan terhadap kain Ipin yang hilang. Temannya berusaha membantu kak Ros dan akhirnya kak Ros memberikan kain merah yang baru. Ipin tetapi masih kecewa karena kain tersebut berbeda dengan kain buatan ibunya. Sementara itu, ternyata kain merah Ipin sudah dirusak oleh ayam bernama Rambo. Ipin menangis dan mengadu ke sang nenek. Sang nenek memberikannya kain merah yang sama persis dengan yang hilang.